Janjiku kepada Tiga Sahabatku


Sebelum nya saya tidak menyangka,entah ini semua kebetulan,takdir atau memang karena janji mereka dikabulkan oleh Tuhan.jauh hari sebelum nya,tepat nya ketika masih di kampung halaman,saya memiliki tiga orang sahabat yang sangat kompak,baik dan solidaritas nya sangat tinggi,kemana pun selalu bersama,jika salah satu diantara nya punya permasalahan,selalu kami bahas dan bicarakan solusi jalan keluarnya,tak heran jika oarng tua kami di kampung,tak melihat batang hidung anak nya seharian,maka dipastikan ke empat sahabat karib ini menghilang entah kemana,demikian juga sebalik nya,jika salah satu diantara nya masih terlihat,dipastikan ketiga orang lain nya masih berada di kampung itu,

Empat sekawan,begitu saya kadang kadang menggambarkan nya,ketiga sahabat baik ku ini memiliki marga yang sama.yaitu marga Manik,jika di lihat dari hubungan kekeluargaan maka dipastikan kami masih memiliki hubungan kekeluargaan dari garis para leluluhur kami.saya sendiri seorang marga Silalahi dari seorang Ibu yang melahirkan ku boru Manik,jadi otomatis sahabat sahabat baik ku ini,otomatis mendapat posisi sebutan Lae,Hula hula atau Tulang.

Ketiga sahabat ku ini sangat perhatian kepada ku,satu diantara nya adalah anak dari Tulang kami,namun berbeda oppung,sedangkan sahabat yang satu nya lagi ibu nya seorang boru Silalahi,kebalikan nya daripada ku,dan yang terahir ibu nya boru Simangunsong,sejak kecil kami selalu bersama,kemana pun dan dimana pun,hingga beranjak remaja dan dewasa,kebetulan saat memasuki Sekolah lanjutan atas kami bertiga mulai berpisah satu sama lain,akan tetapi kompak memilih sekolah menengah kejuruan (STM),tiga diantar sahabat ku ini memilih sekolah yang terletak di Pematang siantar,awal nya saya berharap kami masih bisa bersama dan membawa persabatan kami itu hingga memasuki lanjutan atas.

Namun niat yang ku sampaikan ini,tak dipenuhi oleh Ayah ku,ketika itu ayah ku mengatakan,

“jika aku masih tetap bergabung dengan ketiga sahabat ku ini di siantar maka bisa bisa tak ada kemajuan,”kata nya dengan gaya sedikit diplomatis jadilah saat itu aku sendiri yang melanjutkan sekolah menengah kejuruan di Medan,pada awal nya saya tidak menyetujui keputusan Ayah ku ini,namun lama kelamaan aku menerima nya,kebetulan pada saat itu,salah seorang Abang ku sedang menduduki bangku Universitas di kota itu.juga

Jika para sahabat sahabat ku ini dapat pulang ke kampung sekali dalam satu minggu,karena jarak dari kampung kami ke Pematang siantar hanya membutuhakan waktu 30 menit,namun lain hal nya dengan ku,aku hanya dapat pulang sekali dalam satu bulan,jika kebetulan aku pulang maka saat itulah kami bertemu kembali dengan sahabat sahabat ini.watu berlalu,suatu ketika,tepat nya saat kami menduduki kelas dua,aku mengajak mereka untuk datang ke Medan ke tempat kost ku selama ini,sekalian mengajak mereka jalan jalan di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu,yang sebelum nya aku berjanji untuk menjemput dari terminal Amplas Medan,dari sana kami langsung menuju salah satu Pusat perbelanjaan yang terletak di jalan Prof HM Yamin,meski uang kami saat itu sangat pas pas an,dan hanya mampu membeli 2 bungkus kacang kemasan,serta 2 botol minumanringan,namun puas mengelilingi sudut2 dan lantai demi lantai di sebuah Mall yang sangat prestius di kota Medan kala itu

Namun ada satu hal yang membuat kami tak bisa melupan hal itu,saat menaiki tangga eskalatotor dari lantai dua ke lantai tiga,celana Jeans yang di kenakan salah satu sahabat ku kala itu tersangkut di celah gerigi tangga berjalan itu,sampai sampai petugas Maintanece gedung itu memotong ujung jelana sahabat ini agar bisa terlepas dai gerigi yang tersangkut di ujung Mesin eskalator itu,malu,takut kesal itulah perasaan nya kala itu.maka kejadian kecil itu kami sebut sebagai (insiden eskalator)

*******

Satu tahun kemudian…..

Kami ahir nya lulus secara bersamaan,dari sekolah yang tentunya berbeda,ketika masih dikampung halaman ada kalanya saat tiba malam minggu dan hari minggu,kamanapun tempat nya,dimana pun jika dikatakan untuk menemui seorang gadis di kampung tetangga sana,pasti langsung semangat,seolah olah ada yang memberi komando,meski kadang kala diantara kami bertiga hanya sebagai pengawal salah satu teman yang lagi menemui pacar nya itu,namun semua itu selalu kami anggap dari sebuah solidaritas kepada sahabat,dan demikian hal nya dengan ku,jika tiba saat nya aku ingin menemui seorang gadis yang ku taksir di kampung sebelah yang tidak terlalu jauh dari kampung kami ini,maka ke tiga sahabat baik ku ini dengan setia nya selalu menemani ku,dan sekaligus sebagai pengawal ku,dan seperti itu lah dengan berjalan nya waktu.

Hingga tak lama kemudian satu per satu di antara kami meninggalkan kampung halaman untuk mencoba hidup dan peruntungan,yaitu merantau,tiap kali salah serang sahabat ini hendak meninggalkan kampung halaman,malam sebelum keberangkatan nya,kami selalu mengadakan acara perpisahan dan membuat semacam pesan dan kesan yang akan di kenang hingga kami bertemu kembali di suatu hari nanti yang tak pernah bisa kami tebak,di mulai dari keberangkatan salah satu sahabat bermarga Manik yang akan berangkat bersama Abang nya ke Pekan Baru kala itu,yang Ibunya boru Silalahi tadi,saat itu dia memberi pesan dan kesan nya kepada kami bertiga yang intinya tak jauh jauh dari persahabatan dan ikatan ke keluargaan,kami selama ini,dan dia juga mengatakan,ke inginan nya kelak untuk mendapatkan istri seorang boru Silalahi,

Tiga Bulan kemudian saat nya aku meninggalkan para kedua sahabat baik ku ini,berhubung saat itu,Tulang kami berkunjung ke rumah,dan ahir nya aku pun beragkat ke Jakarta bersama Tulang ini,malam sebelum keberankatan ku ke jakarta,saat itu jam sudah menunjukkan pukul 22:00 wib,aku berpikir,”biar bagaimana pun aku harus pamit kepada ke dua sahabat baik ku ini”sekaligus untuk membuat acara perpisahan alakadar nya,di malam yang dingin serasa menusuk tulang itu,kedua sahabat baik ku ini ku ajak ke rumah,dan seperti biasa membuat pesan dan kesan sebagai ucapan pamit kepada mereka,

Ada rasa haru dan sedih saat itu,dengan penuh akrab kedua sahabat ku ini ku peluk dengan erat satu per satu,dan saat itu mereka berpesan kepada ku agar kelak mendapatkan isrti yakni seorang wanita yang menyandang boru Manik,berhubung boru manik adalah Pariban ku,begitu besar perhatian kedua sahabat ini,sampai sampai malam itu satu orang menyempatkan diri kembali ke rumah nya untuk mengambil,sebuah kemeja kesayangan nya yang jarang ia kenakan sebuah kemeja yang memiliki arti yang sangat dalam di balik sebuah persahabatan,kini kemeja berwarna krem bermotif kotak kotak itu masih tersimpan rapi di dalam lemari pakaian ku.Sementara sahabat ku yang satu nya lagi memberiku sebuah Amplop berwarna putih,di ke esok hari nya saat aku akan berangkat meninggalkan kampung halaman.

“Selamat jalan lae,semoga sukses,”ujar nya singkat serta memegang ke dua pundak ku dipagi itu,tak lama kemudian dia menyampaikan sebuah amplop berwarna putih itu kepada ku,

“apa ini lae,,,?tanyaku penasaran,

“nanti saja di buka ketika sudah jauh dari kampung kita ini,,jawab nya datar,serta memegang ke dua pundak ku.

tak lama kemudian sahabat ku yang satu lagi datang dengan tergopoh gopoh dipagi itu,dia menyangka aku sudah berangkat saat itu,sedih dan haru itu pasti,saat meninggalkan Orang orang yang kita kasihi,oarng tua,sahabat karib,bahkan ketika itu aku sengaja tidak tidak mengbari seorang gadis yang ku cintai itu untuk pergi meninggalkan kampung halaman,namun dua hari setelah aku tiba di kota ini aku baru memberitahukan yang sebenar nya,semua ini aku anggap demi kebaikan,aku tidak ingin melihat nya di liputi kesedihan saat aku pergi meninggalkan nya.

jumat sekitar pukul 08:00 pagi ahir nya aku bersama Tulang ku meninggalkan kampung halaman ku itu diberangkatkan Ayah dan Ibuku beserta kedua sahabat karib ku itu,menuju kota Pematang siantar dan di teruskan ke Pelabuhan Belawan,

Saat aku berada di atas kpal KM KELUD,yang akan menghantar kan ku menuju pulau jawa itu,aku baru ter ingat akan sebuah amplop putih yang diberikan sahabat ku ini,aku semakin penasaran,ada apa di dalam amplop ini.saat ku buka ternyata di dalam nya terdapat beberapa lembaran uang,yang tidak ku sangka sebelum nya,dan di sertai secarik kertas yang berisi kata kata pesan yang dia tujukan kepada ku.

“Horas,,sahabat ku yang baik,lae ku yang setia,,saat kau baca surat ini,mungkin jarak kita sudah sangat jauh,sebenar nya aku sangat sedih saat mengetahui akan keberangkatan mu ini ke jakarta,hingga malam nya aku mencoba tidur,namun mata tak dapat terpejam,hingga aku membuat surat ini,maaf bres,,,jika surat ini terkesan lucu dan konyol,namun aku tak dapat mengungkapkan semua kegelisahan pikiran ku dimalam kemarin itu,bres,,kau adalah sahabat terbaik ku diantar sahabat kita yang lainya,kau adalah sosok sahabat yang mampu meredam emosi kami kala diantara kita ber empat ada konflik,jika mau jujur,aku sebenarnya kehilangan sosok mu,sosok yang selalu menghibur,selalu memiliki cerita cerita konyol yang entah darimana asal usul nya,sebuah pribadi yang sangat sederhana,terima kasih sahabat ku,kelak jika kau kembali pulang ke kampung halaman,semoga sifatmu tidak berubah,selamat berpetualang di negeri nan jauh disana,”

“satu hal lagi,,lae,,ingatlah kesepakatan yang sudah kita dengungkan dulu,kesepakatan tidak tertulis,namun kita camkan dalam dalam,lae harus pulang membawa itoku ito kami para sahabat sahabat mu,tentu nya lae sudah faham yang saya meksud kan disini,demikian lah lae,”horas jala gabe sai anggiat ma dapotan passarian na lomak hamu di tano parjalangan naimbaru on,

Napuran tano tano,rangging marsiranggoman,

Daging ta do padao dao,alai tondi ta i tong tong mar sigomgoman.

Horas,,horas,,horas…

Saat kubaca surat nya aku sedikit terharu dan tersenyum,terharu atas ungkapan kejujuran nya,tersenyum karena dia telah melebih lebih kan penilaian nya kepada ku,seolah aku ini seorang sahabat yang tak punya celah kekurangan sedikit pun dihadapan nya

Suara keras sirene kapal itu seolah menyadarkan lamunan ku saat membaca surat dari sahabat ku ini,sore itu kapal yang ku tumpangi lambat laun bergerak menuju lautan luas menuju pelabuhan Tanjung periuk di Pulau Jawa…

********

Satu tahun berlalu…..

Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel ku,dari nomor pengirim yang tidak ku kenal

“Horas maaf,,ini lae bresman silalahi ya,,?demikian isi pesan tertulis dilayar ponsel ku,

“ia,,maaf,,ini dengan siapa..”?balas ku.selang 30 detik,nomor pengirim tadi langsung menghubungi ku,

“horas,,lae,,ini aku si Gxxx Manik,suara dari seberang sana dengan menyebutkan nama nya,

“horas lae,,,gimana kabar,,lagi dimana sekarang,,?jawab ku girang,ternyata dia salah seorang sahabat baik ku yang petama kami sekali kami berangkatkan satu tahun yang lampau,suara nya masih akrab di telinga ku,dan dia mengatakan dapat nomor ku dari Bapak ku di kampung,kami bercerita pamjang lebar,dengan keadaan dan situasi kami masing masing,dan di ujung pembicaraan kami itu,dia mengatakan akan segera menikah(Mangoli)dengan sang pujaan hati nya,yaitu boru Sihaloho,sekitar petengahan tahun itu,dan tak lupa ku ucapkan selamat dan Turut berbahagia,sesuai dengan komitmen tak tertulis kami saat itu,ahir nya dia menemukan pendamping hidup nya borus sihaloho.dan hinggi kini dia telah memiliki 2 orang anak yang cantik dan ganteng,putra dan putri,

Dua tahun kemudian,,salah satu sahabat ku yang tinggal di Pekan Baru mengabari,bahwa dia juga akan menyusal sahabat kami yang terlebih dahulu menikah,saat itu kebetulan saya yang menghubungi nya,ketika aku sudah mengetahui nomor ponsel nya,dan dia mengatakan akan segera pulang ke kampung bulan Desember yang bertepatan dengan hari Natal,saat aku tanyakan boru apa ito itu?dia menyebut boru Silalahi dari pematang siantar,maka tak lupa ku ucapkan selamat berbahagian dan menjelang hidup baru,ternyata impian sahabat yang kedua ini tercapai juga,yaitu seorang boru silalahi,hingga kini sahabat saya ini telah memiliki 1 orang Putra,dan menetap tinggal di daerahPekan Baru,

Lima tahun kemudian sahabat baik ku yang terahir ini akan menikah dia sengaja menghubungi ku,sebelum nya memang antara kami selalu ada komunikasi via telepon,jauh jauh hari sebelum nya memang dia sudah memberitahukan kabar baik itu kepada ku,dan dua bulan sebelum ia menikah ia kembali memberitahukan kabar gembira itu,ada rasa haru dan bahagia,saat mendengar nya,akan tetapi kali ini bukan seorang boru Panjaitan seperti yang sudah lama saya ketahui,namun lagi lagi seorang boru Silalahi dari daerah Kiasaran,saat itu aku tak habis pikir dan sejenak aku renungkan akan semua ini,apakah ini semua sesuatu atas dasar kebetulan takdir atau memang sesuatu permintaan yang Tuhan kabulkan?entah lah,,namun demikian lah kenyataan nya,

“Lae,,?lae..?haloo lae,,,?berunlangkali dia memanggil ku dari seberang sana hingga membuyarkan lamunan ku saat itu di ujung telepon pembicaraan kami

“ya,,lae,,ya,”,jawab ku kepada nya seakan gugup,,

“lae kapan pulang,,?tanya dia lagi.

“belum tau lae,,nantilah pasti akan ku kabari kalau aku mau pulang ke kampung halaman kita,,”jawabku lagi

“Sebagai ungkapan terahir tak lupa ku ucapkan kepada nya selamat berbahagia dan menempuh hidup yang baru,dan di ahir pembicaraan kami,dia menanyakan kapan giliran ku membawa pulang ito mereka,namun aku jawab sekena nya saja,”suatu saat nanti,,”dan kini sahabat saya ini telah di karunia i 1 orang putri,dan terahir saat aku pulang ke kampung halaman sempat bertemu dengan nya,dan menggendong putri nya tersebut..

Suatu ketika di bulan Maret sekitar lima bulan yang lampau,ketiga sahabat ku ini menghubungi ku secara bersamaan.(CallConfrence)dengan domisili yang saling berjauhan dan berbeda beda,antara Jakarta,Pekan Baru,Jambi dan Pematang siantar,semua menjadi satu ada rasa haru dan rindu yang begitu dalam diantara kami,dan di ahir pembicaraan kami melalui confrence itu,tak bosan bosan nya mereka mengingatkan ku akan satu hal yang menjadi panggilan jiwa,yaitu menikah dan kalau bisa sesuai dengan apa yang pernah kami sepakati sebelum nya,di kala kami masih bersama di kampung halaman dahulu,satu kesepakatan yang berujung menjadi sebuah janji,yang tak bisa ku jawab hingga detik ini,

Sekali lagi,aku harus harus salut kepada ketiga sahabat ku ini,karena mereka telah menepati semua janji yang mereka ungkapkan dulu,yaitu boru silalahi berada di prioritas utama mereka,dimana pun dan kapan pun.namun pertanyaan nya sekarang,entah sampai kapan aku bisa menjawab pertanyaan mereka,entah sampai kapan aku bisa menjawab janji ku kepada ketiga sahabat ku ini?den entah kapan aku bisa membawa ito mereka pulang ke kampung halaman?walaupun ahir ahir ini mereka sudah mulai mengatakan,”ah,,jangan ke ito kami itu patokan lae,,”namun jauh didalam lubuk hati ku yang paling dalam,itu semua bukan hanya karena satu alasan janji kepada sahabat ini,akan tetapi saya memiliki alasan yang terlalu kompleks untuk saya jabar kan dalam tulisan ini,satu hal,tanpa sebuah sebuah embel embel janji ku kepada para sahabat ku pun,aku tetaplah seorang pengagum boru yang di sandang oleh Ibu ku,yaitu boru Manik.

Demikian catatan singkat ini saya tuliskan,bila ada kesalahaan dalam penulisan kata saya mohon maaf,

ahir kata saya ucapkan Terima kasih….

*HORAS*

Catatan:Tulisan ini saya dedikasikan kepada ketiga sahabat baik saya yang jauh disana

* P.Manik

* G.Manik

. * J.Manik

Bekasi 22/03/2010,Bresman Silalahi

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Kisah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s