Kronologis dan manuver pomparan 7 Turpuk


Kronologis dan manuver Pomparan si 7 turpuk:
Pomparan Raja Parmahan Silalahi anak dari Silalahi Raja semenjak diangkat Tuan Sihubil menjadi anaknya dan diberikan tanah wilayat yakni Huta Silalahi tidak pernah lagi membuat marga baru di Balige yg ada hanya Silalahi.
beberapa generasi berikutnya datanglah pendatang baru dari Paropo dan berbagai tempat termasuk dari turunan si 7 turpuk, oleh karena sesama pomparan Silahisabungan maka marga Silalahi yg di Balige memberikan tempat terpisah untuk menjaga keaslian Silalahi, maka dibuatlah tempatnya BAGAS HUTA (kampung terpencil utk pendatang si 7 turpuk)
dalam era yg begitu panjang hingga thn 1968 pomparan si 7 turpuk sudah banyak bermukim di Balige bahkan melebihi dari marga Silalahi itu sendiri (maklum karena datang dari berbagai sub marga Sihaloho, Sigiro,Sidebang, Sinabutar, dll)
pada era itu semua marga tersebut masih memakai marga masing-masing dan saling menghormati.
tiba pada thn 1968 saat rencana pembangunan Tugu Silahisabungan di Paropo, para pomparan si 7 turpuk yg di Paropo tidak mencantumkan Silalahi Raja sebagai anak dari Silahisabungan dan mengatakan Silalahi itu tidak ada, maka di tugu itupun tdk tercantum Silalahi sampai sekarang, oleh karena ulah pomparan si 7 turpuk tersebut maka Pomparan Silalahi Raja dan pomparan Si Raja Tambun protes dan menunjukkan keaslian tarombo yg mereka ikuti sepanjang sejarah Silahisabungan, namun pomparan si 7 turpuk tidak mengindahkannya yg akhirnya seluruh Pomparan Silalahi Raja dan Si Raja Tambun tidak ikut dalam pembangunan Tugu itu.
untuk melegalkan versi tarombo yg baru thn 1968 maka pomparan Pitu Turpuk yang telah beberapa generasi merantau ke Balige dianjurkan untuk mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Parmahan Silalahi, semuanya tanpa terkecuali. Pitu Turpuk yang merantau ke Balige itu banyak terdiri dari marga Sihaloho, Sidebang, Sigiro dan Sinabutar. Ke-4 marga ini pun sesuai anjuran Mubes Tarombo di Paropo tahun 1968 mendirikan PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN di Balige, bersatu dalam satu payung, persatuan ke-4 marga yang menamakan dirinya Silalahi Parmahan ini tentunya menggencet keberadaan satu marga, yaitu Silalahi parmahan yang asli.
Dengan inisiasi PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN (persatuan dari ke-4 marga melebur menjadi satu marga Silalahi) didirikanlah Tugu Raja Parmahan di Balige. Namun tugu ini pun controversial, terbengkalai dan tertunda terus peresmiannya walaupun akhirnya diresmikan baru2 ini. Tugu itu tidak didirkan di kampung asli Silalahi Parmahan, namun didirkan dikampung pendatang yang mengaku Silalahi Parmahan (ke-4 marga tersebut diatas, yaitu Paguyuban). Dikarenakan Raja Parmahan versi Paropo tersebut adalah berupa PAGUYUBAN 4 marga ; Sihaloho, Sidebang(Sinabang), Sigiro(Sinagiro), Sinabutar, maka sudah pasti SUARA dari PAGUYUBAN ini lebih terdengar diabanding Silalahi parmahan yang asli, dan malah kecenderungannya Silalahi parmahan yang asli (di Balige) dewasa ini (karena tekanan social adapt dan sebagainya) cenderung memilih berdamai saja (berbaur) dengan Paguyuban ini, dikarenakan mereka lebih banyak dan pesta mereka selalu lebih ramai. Namun tidak semuanya seperti itu, masih ada keturunan Silalahi parmahan asli yang SADAR bahwa dia adalah Silalahi (Silalahi Raja).
tidak hanya dari pomparan Raja Parmahan mereka hancurkan, juga tarombo dari Siraja Tambun yg jelas Dolok Saribu, Sinurat,nadapdap, Naiborhu adalah dari Tambun Saribu makanya mereka banyak kawin dgn Tampubolon, dan tugu dari Sinurat ada di Sibisa.
coba kita pikirkan dgn nurani :
JIka Sinurat, Sigiro, Dolok Saribu,nadapdap adalah pomparan Raja Parmahan Silalahi tidak mungkin bisa saling mengawini karena ada PADAN yg tak bisa di langgar.
Umpasa yg mengatakan lebih kuat ikatan PADAN dari pada ikatan dongan tubu.
inilah kontroversi yg terjadi di pomparan Silahisabungan.
Biarlah TUHAN yg menjadi HAKIM AGUNG diantara kami Pomparan SILAHISABUNGAN,Amin..
HORAS……
Sumber:Forum diskusi klik disini untuk melihat sumber

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Tarombo Silalahi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kronologis dan manuver pomparan 7 Turpuk

  1. Idi suwardi berkata:

    Postingan-postingan seperti inilah yang paling bermanfaaf buat pengunjung dan saya khususnya

  2. Idi suwardi berkata:

    Keliling keliling di blog ini ternyata udah ada beberapa komen saya hehehe ternyata saya sering berkunjung ke blog ini

  3. Bresmansilalahi berkata:

    Terimakasih atas kunjungan nya ya…….:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s