Keluarga Kecil


Seorang gadis duduk di bale2 rumahnya dia menatap lagit gelap tertutup awan hitam mencoba mencari secercah cahaya terang yang mampu memberinya kehangatan di tengah malam yang dingin dan tak beraturan namun tak ditemuinya disana harapan itu…

Gadis itu berharap hidupnya sebuah mimpi indah yang tak kan pernah berakhir, bersamaan angin yang berhembus dia menyanyikan lagu kesayangan nya tentang kecintaannya pada Tuhan pemberi kehidupannya, tentang Raja dan Ratu dalam hidupnya yang begitu bijaksana menjaga dan memberikan segala yang terbaik yang dia butuhkan seumur hidupnya, tentang orang yang dikasihinya sebagai saudara dan sahabat yang ia kasihi dan juga tentang seorang yang ia cintai kekasih idamannya… Lagu itu mengalun dengan merdunya di iringi gitar antik kesayangannya yang menjadi saksi bisu tentang sejuta rasa yang dia punya yang terbang bersama harap dan mimpinya..

“Wahai bintang di langit dimana kah kau berada? mengapa tak kau temani aku disini? aku butuh teman pendengar cerita ku hari ini…” gadis itu menatap kelangit bicara sendiri berharap ada bintang yang mendengar nya namun keadaan berkata lain, cuaca malam itu tak mendukung untuknya bisa bermimpi indah tentang malam ini…

gadis itu memandang jauh melabuhkan pandangannya pada sesosok pria dan wanita yang berteduh di tepian rumah seberang jalan dia berada.. alangkah pemandangan yang indah, sekalipun malam itu gelap dan Hujan mulai turun disertai udara yang cukup dingin namun terasa hangat oleh nya kasih yang kedua orang itu tunjukkan..

“Ehm.. dua orang itu pasti orang yang lagi pacaran trus kehujanan ditengah jalan , berteduh deh..” pikir gadis itu.. namun hal yang membuatnya tertarik untuk terus melihat pasangan itu adalah saat sang laki-laki melepaskan jaketnya untuk mencoba menutupi pasangannya agar tidak terkena hujan dan kedinginan sampai gadis itu berkata.. “Wah.. jadi iri saya melihatnya…” sambil tersenyum gadis itu berpaling menghela nafasnya karena pemandangan yang dia lihat itu adalah sepasang suami istri yang sedang menantikan kedatangan tamu kecil dalam keluarga mereka karena si wanitanya sedang hamil muda..

Tak sadar gadis itu terbawa suasana.. dia mulai berbicara dalam hatinya berharap banyak hal terjadi malam itu….

satu-satu dia mulai berucap.. “tak apalah kalaupun malam ini gelap,hujan dan dingin tapi tak begitu dengan hati ku.. aku merasa hangat sekalipun cuaca tak bersahabat karena kasih Mu luar biasa dalam hidup ku…” gadis itu mulai asyik dengan semua pikirannya tanpa sadar dia juga mulai mengucapkan harapan-harapannya dan merangkainya dalam doa..

“Jika ku hitung kebaikan yang kutabur aku bukan apa-apa.. jika ku hitung apa yang kuberi pada orang lain aku tak lebih kaya dari itu.., jika ku ukur jalan yang kulalui aku tak lebih luas dari apa yang ku temui.. apalah aku ini jika semua itu aku hitung dan ku ukur.. bukan apa-apa ternyata..” sejenak dia terdiam…. ” Bapa yang baik jika aku boleh meminta aku ingin jadi orang yang baik, sabar, serta penuh pengertian.. aku ingin sekali memiliki orang yang bisa ku cintai dan mencintaiku dengan tulus sekalipun aku tidak bisa memberi yang terbaik untuknya.., sabar kan lah aku agar kasihnya tak berkurang sedikit pun dari ku.. pertemukan lah aku dengannya orang yang kucintai yang kau pilihkan untuk ku agar aku tak lagi sendiri dan kesepian.., seperti mereka keluarga kecil yang terlihat kuat dan bahagia yang dihadapan ku dengan setia saling mengasihi dan menjaga satu sama lain.. mampukan aku bersyukur dalam segala hal seperti mereka agar aku tak jauh dari Mu.., jangan lah kecintaannya pada Mu berkurang hanya karna ada aku di hatinya.. Jadikan aku pendamping yang baik baginya dan dia pemimpin yang bijak bagiku… ”

Tanpa sadar gadis itu menitikkan air matanya menutup harapan dan doanya seraya menatap kelagit gelap dan berucap.. “jadilah padaku yang Kau ingini”

Hujan pun berhenti dan pasangan muda itu kembali melanjutkan perjalanannya.. sejenak mereka menolehkan pandangan kearah gadis itu sembari tersenyum seolah mereka mengerti isi hati gadis itu yang penuh harapan dengan doa yang tulus..

“selamat jalan keluarga kecil…” Ucap gadis itu dalam hati sambil membalas dengan senyuman sampai keluarga kecil itu menghilang dari pandangannya..

—-******—-

Teruntuk yang kukasihi…

“Mengenal mu hal terbaik yang ku alami, menyimpan mu dalam memori ku hal pertama yang kulakukan sesaat aku mengenal mu, segalanya tentang mu membuat ku Bahagia.. terkadang saat amarah melanda ku ingin aku melupakan mu.. Tapi…… Jika aku melupakan mu aku juga akan lupa caranya Bahagia…

I wanna see you soon, and say many things.. I wanna see you soon, and hold you.. I’m really happy because everything starts with you..”

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Keluarga Kecil

  1. Burian caem berkata:

    Wah sweet story.. Trz kt kpn pnya kluarga kecil yang? Hehehe…

  2. burian caem berkata:

    Gud Pray…
    Teruz…, keluarga kecil kita kapan yang??
    hehehe….

  3. bresmansilalahi berkata:

    suatu hari nanti kita akan membangun rumah tangga yang sederhana,dipenuhi dengan nuansa cinta dan penuh dengan kebahagiaan hon,hehehehe….

  4. burian caem berkata:

    Amin…
    Lv u yang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s