Duapuluh Sembilan


Duapuluh sembilan tahun waktu kebersamaan kita,duapuluh sembilan bulan waktu ku untuk kembali lagi pulang menjenguk mu,dalam kepulanganku yang ke dua dari tanah perantauanku,duapuluh sembilan hari aku menjaga dan merawat mu,dimasa masa kritis mu,duapuluh sembilan jam aku setia mendampingi saat saat terahir mu,duapuluh sembilan menit aku menangis dan terpaku disamping pembaringan mu,duapuluh sembilan detik aku mencium mu ketika kelopak mata mu ditutup oleh Ibu saat SANG KHALIK menjemput mu pagi itu,duapuluh sembilan tanggal kepergian mu,di bulan ke sembilan,itu semua telah berlalu…..bahkan jika aku sabar dan setia sekalipun menunggu waktu selama duapuluh sembilan tahun lagi,,?toh,,aku tetap tak dapat lagi bisa bertemu dengan mu,aku adalah anak ke sembilan di antara sembilan saudara saudara ku,aku adalah anak yang paling tidak beruntung diantara semua saudara saudaraku,di saat aku membuat rencana bahagia dihapan Ayah dan Ibuku,ternyata semua itu hancur bak kaca yang terjatuh di atas batu,meskipun disatu sisi mereka selalu menyebutkan,aku adalah anak satu satu nya yang beruntung diantara kami semua,aku tidak tau,aku tidak mengerti dimana letak keberuntungan ku,aku sadar itu semua hanya sekedar ucpan penghiburan buat ku,sekedar untuk menguatkan ku,terkadang aku bagaikan sebuah kapal yang tengah bersandar di sebuah pelabuhan yang tengah tertambat diantara dua tali,namun tali yang satu nya terlepas,hingga lambat laun posisi kapal itu semakin bergeser.Ayah,,hari ini aku benar benar ingin berbagi dengan mu,berbagi tentang keluh kesah ku,kesusahan ku,cerita pahit tentang kehidupan ku,,Ayah,,betapa aku sangat merindukan mu saat ini.

*Bekasi,Duapuluh sembilan Oktober duaribu sepuluh*
Bresman silalahi

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Duapuluh Sembilan

  1. burian caem berkata:

    Percayalah segala sesuatu ada masanya.. ada masa kita menangis adanya masanya kita tersenyum ada masanya kita bersedih dan ada masanya kita bahagia mungkin saat ini kamu menangis dan bersedih namun nanti sampai saatnya tiba semua berganti bukan lagi tangis kesedihan namun menjadi tangis kebahagiaan sekalipun “dia” org yang kamu kasihi itu tak bersama mu mendampingi mu melihat kebahagiaan yang kamu raih namun kasih dan cintanya telah ada mendarah daging dlm dirimu tanpa kamu sadari itulah yang membuat mu menjadi seorang yang beruntung… Percayalah orang yang merasakan kasih sayang itu terjadi dalam hidup nya seorang yang beruntung dibanding orang yang cuma bisa melihat kasih itu ada di hadapannya…

    bawa lah dalam doa segala keluh kesah mu dan mungkin jikalau ada seorang yang ingin kamu pilih menjadi tempat mu berbagi aku menjadi orang yang pertama bersedia menemanimu mendengar kan segala keluh kesah mu merasakan betapa besar cinta mu pada “dia” yang kamu kasih.. aku tak tau apa yang kamu rasakan namun aku ingin mengerti perasaan mu saat ini agar aku mampu menjadi penghibur lara mu kala kamu terobang ambing dalam kegalauan….

    ingat lah masih ada orang yang setia dan mengasihi mu sekalipun kamu terlahir menjadi anak yang tidak beruntung… dan aku menjadi salah satunya…

    Don’t be sad my lovely honey…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s