Silalahi


SILALAHI (SILAHI RAJA) adalah generasi ke VI dari SIRAJA BATAK yang adalah anak sulung dari SILAHISABUNGAN dari Istri Pintahaomasan Boru basobolon putri dari TUAN SORBADIJULU (NAIAMBATON)

SILALAHI menikah dengan boru Simbolon putri dari SIMBOLON TUA dan bertempat tinggal di huta Tolping Ambarita dan mempunyai anak:

1. Tolping Raja Silalahi (bermukim di huta Tolping)

2. Bursok Raja Silalahi (bermukim di Pangururan)

3. Raja Bungabunga Silalahi (bermukim di balige)

Ke tiga anaknya ini memakai nama ayahnya menjadi marga turun temurun hingga saat ini.

Adapun Raja bungabunga Silalahi telah diculik Tuan Sihubil dari dolok Parmahanan untuk memaksa SILAHISABUNGAN datang ke Balige untuk berdamai dgn abangnya SIBAGOTNIPOHAN agar kemarau panjang berakhir di Balige, hal itupun terlaksana dengan sempurna kemaraupun berakhir.

Untuk merayakan hari yang berbahagia itu diadakanlah pesta besar dan Raja Bungabunga Silalahi akhirnya diangkat Tuan Sihubil menjadi anaknya dan di padankan dgn anaknya yg bernama Tampubolon, sehingga sampai saat ini Pomparan marga Silalahi dan Tampubolon adalah kakak beradik yang tidak bisa saling mengawini satu sama lain.

Raja Bungabunga Silalahi, telah menjadi anak dari Tuan Sihubil, untuk mengenang sejarah penculikannya dari dolok Parmahanan maka Tuan Sihubil membuat namanya menjadi RAJA BUNGABUNGA SILALAHI PARMAHAN, bukan RAJA BUNGABUNGA dgn gelar SIRAJA PARMAHAN SILALAHI, karena Raja bungabunga bukan bergelar Silalahi tapi bermarga SILALAHI sesuai dgn nama ayahnya SILALAHI, hal ini perlu diperhatikan karena sangat berbeda jauh, BERGELAR dgn BERMARGA. Karena gelar bisa dibuat-buat tapi marga sudah turunan dari ayahnya.

JADI

Jika ada RAJA BUNGABUNGA BERGELAR RAJA PARMAHAN SILALAHI itu mungkin bukan anak dari SILALAHI, atau mungkin mereka adalah korban pemutar balikan sejarah dan Tarombo.

Agar lebih akurat mari belajar adat istiadat bangso Batak dan silsilahnya dari generasi ke generasi.

Horas

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Tarombo dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Silalahi

  1. burian caem berkata:

    sip! mantaf pak…

    nga cocok abg gabe raja parhata.. hahaha

  2. hasean berkata:

    BIUS TOLPING (SIHALOHO/SILALAHI/SIGIRO)
    SAMPAI KE PARBABA , SAMOSIR.
    Dari komposisi marga-marga yang secara sah mendiami tanah Tolping diketahui pula bahwa mereka adalah marga-marga SUHUT yang mendiami negeri tersebut. Itu sebabnya mereka disebut dengan SIPUKKA HUTA dalam satu HORJA BIUS. Kelompok BIUS adalah pemangku sah akan tanah-tanah di seluruh bius (negeri) tersebut. Dan ini bukan sembarang , karena pembentukan satu BIUS dilakukan dengan hati-hati (sakral) dan terhormat.
    Komposi marga-marga SUHUT di ranah [golat] TOLPING, Ambarita, Samosir, dikuasai oleh campuran berbagai marga, di antaranya :

    Raja Bona ni Ari, dipangku marga Sihaloho
    Raja Pande Nabolon, dipangku marga Silalahi
    Raja Panuturi, dipangku marga Silalahi
    Raja Panullang, dipangku marga Sigiro
    Raja Bulangan, dipangku Marga Sidabutar (Nai Ambaton )
    Raja Pangkombari, dipangku marga Siallagan

    Asal mula marga Silalahi di Tolping diawali dari keturunan keturunan Raja Partada. Raja Partada ialah anak dari Bursokraja ( red. Bursokraja adalah putra DEBANGRAJA yang meninggalkan Silalahi Nabolak yang awalnya merantau ke Panguruan dan menamai dirinya Ompu Sinabang alias Ompu Lahisabungan dan menikahi putri (boru) Simbolon). Sampai saat ini, makam / tambak Ompu Lahisabungan ada di Dolok Paromasan ( tanah pebukitan khusus tempat pekuburan ) di Pangururan , Samosir. Keturunan Raja Partada kemudian memakai Silalahi. Saat ini, dari Tolping Ambarita sampai ke Parbaba , Buhit, Pasir Putih dan Pangururan, marga-marga keturunan Raja Silahisabungan telah mendiami sepanjang pesisir daerah Samosir ini.

    So, dimana siraja tolping waktu horja bius tolping yang merupakan pecahan dari bius ambarita ( yang dikuasai keturunan naiambataon ) ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s