sada ni tembak


SADA TINEMBAK TOLU NA HONA


Tugu Silahisabungan

Sejak awal memang saya sudah di beritahu sama alm Bapak kami,bahwa di pangururan lah Tambak(makam)Ompu Raja silahisabungan di makam kan,bukan di Paropo.berdasar kan cerita dan turi turi an itu lah yang kami ikuti dan kami yakini sampai sampai sekarang,begitu juga dengan marga silalahi lain nya di kampung kami,bahkan setau saya mayoritas marga sihaloho di kampung kami mengakui hal ini.

Dalam kurun waktu 28 tahun,saya sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Tugu silahisabungan yang ada di paropo,Tugu yang di resmikan pada Tahun 1981 ini,padahal jarak dari kampung kami ke paropo hanya 2,5jam perjalanan,apalagi saat ini sepanjang jalan yang saya lalui relatif mulus,hanya sedikit di daerah bibir panti tongging yang jalan nya sedikit mengganggu perjalanan.

Berhubung pada bulan November 2009 hingga Januari 2010 saya berada di kampung halaman,krna memang jauh2 hari sebelum nya dari jakarta saya sudah sepakat kepada seorang teman akrab sekali gus dongan tubu marga situkkir,untuk datang ke paropo saat di adakan nya pesta Tugu Silahisabungan,kebetulan mereka sekeluarga pulang kampung ke paropo 3hari sebelum pesta Tugu di mulai.

Saat itu aku berpikir,tentu tak ada salah nya saya data ke pesta Tugu itu dan pasti nya juga tidak ada yang melarang saya datang ke sana,berhubung krna rasa penasaran dan ingin bertemu dengan dongan tubu tadi sekali gus ingin menikmati keindahan Panorama Danau Toba yang tersohor itu.Pada saat tiba hari H nya,saya pun berangkat dari kampung ku menuju Paropo,tentu nya dengan persiapan mental dan fisik yang maksimal plus kendaraan yang Prima,

Sebelum berangkat pun saya bertanya tanya dulu kepada “dongan sahuta “ataupun orang tua di kampung ku,yang tau dan yang pernah ke daerah paropo sana,lengkap dengan rute nya,

“Bah,,,tu aha sukkunon mu i anggia”?Tanya amang uda ku saat ku tanyakan rute menuju paropo kepada nya,

“kan ada pesta Tugu disana sekarang uda,,,?jawab ku singkat,

“Bah,,,abbal nai ho anggia tu Paropo,,di pangururan do tambak ni ompung ta Silahisabungan tu si ma ho lao,,,”kata nya dengan wajah serius.

“alai I pe,datung na adong na mangorai manang na mangambati lakkam tu paropo molo naeng do bereng on mu luat ni silalahi nabolak I dohot tugu na binaen ni halak i,tung pe so hu patorang nuaeng I,nga mangattusi ra lakkam disi ate”?

“olo amang uda nungga huboto maksud ni amang uda I”jawab ku menangkap kira kira apa yang dia mksd kan tadi.dan dia pun menerangkan dengan rinci dan detail rute nya dari mana hingga sampai ke Paropo.tak lupa dia berpesan kepada ku”Manat manat ho anggia molo dung sahat di si”

Singkat cerita,sekitar pukul 09:00 pagi,aku pun berangkat dari rumah menuju Paropo,dengan melewati sekitar 16(Huta) kampung ,7 kecamatan dan 3 kabupaten,sungguh perjalanan yang benar benar melelah kan,apalagi saat tiba di simpang harang gaol sempat kesasar hingga sejauh 4 kilometer.

Namun saat tiba di Simpang merek,perasaan pun jadi lega,tak ada lagi rasa takut kesasar karena petunjuk arah ke Tongging sudah membentang di dapan mata,tepat seperti yang di terangkan oleh salah seorang yang ku tanyakan sewaktu di simpang harang gaol,yaitu sebuah bukit yang tandus dan hanya di tumbuhi rumput duri dan ilalang yang mengering,(nama Bukit itu saya lupa)

Tak lupa ku sempat kan juga mampir sejenak ke tempat wisata Air terjun sipiso piso,karena pintu gerbang ke lokasi wisata ini harus kita lewati jika hendak ke Paropo dan silalahi nabolak via Merek,hanya decak kagum lah yang ada di dalam pikiran ku saat menyaksikan betapa Fantastic dan eksotik nya Danau Toba di pandang dari tempat ini,begitu juga dengan Air Terjun Sipiso piso tampak dari atas dan meliuk mengalir menuju Danau Toba,”Benar benar luar biasa anugrah Tuhan akan bangso Batak ini”batin ku.

Sekitar 15 menit menikmati panorama Danau Toba dari sini,ahir nya aku kembali melanjut kan perjalanan menuju Silalahi nabolak dengan jarak kurang lebih 25 km,dari lokasi wisata sipiso piso ini,jalan yang di lewati cukup mulus dan menurun sepanjang kurang lebih 6km hingga menuju (Huta)kampung Tongging yang terletak persis di tepi pantai DanauToba.

Pintu masuk silalahinabolak

Bahkan jika mesin kendaraan di matikan sekalipun bisa sampai hingga ke Kampung Tongging yang terletak di bibir pantai Danau Toba ini.namun jika anda tak pernah melewati daerah ini?jangan sekali kali anda lengah,karena di sebelah kanan jalan ini jurang yang sangat dalam sekitar 300 hingga 400m.

Daerah Tongging
Tongging kampung pertama yang ku temui sejak turun dari sipisopiso,dan di lanjutkankan menuju kampung si kodon kodon,satu satu nya wilayah adminitratif kabupaten Karo yang berbatasan langsung dengan Tepi Danau Toba


Sebenar nya sebelum tiba di Paropo dan silalahinabolak saya masih melewati 2 perkampungan namun saya tidak ingat nama kampong(Huta)ini,tepat nya dari foto ini (sikodon kodon)jarak yang harus di lalui hingga ke Paropo kurang lebih 8km,dan sepanjang perjalanan meliuk mengikuti bibir pantai DanauToba.

Setelah aku memasuki tanah perbatasan desa Paropo kecamatan silahi sabungan,setidak nya itu lah yang tertulis di Gapura pintu masuk daerah itu dan ahirnya dari kejauhan tampak lah sosok Tugu itu,ber cat putih bersih yang menjadi kontrafersi selama ini,Tugu yang terkesan di paksakan keberadaan nya,semakin ku dekati maka semakin jelas lah tampak terlihat kemegahan nya,kemegahan yang menyimpan misteri dan meninbulkan kan perselisihan panjang yang tak ber ujung

Semakin ku dekati maka semakin tampak lah hiruk pikuk dan aktifitas di sekitar Tugu itu,dari berbagai penjuru daerah datang dan berkumpul di sana dalam acara Pesta tugu silahisabungan,yang kali ini Situngkir yang menjadi pihak tuan rumah(na manghasuhut hon).Disini lah pertama kali nya saya menatap Tugu ini,dan rasa penasaran ku pun semakin dalam ingin melihat lebih dekat tentang tarombo yang terpatri di bawah bagian pelataran Tugu ini.

David fernando situkkir
Sambil menghubungi dongan tubu ku Situngkir tadi,aku pun berjalan mengelilingi pelataran di bawah Tugu ini,serta melihat dan mengartikan kira kira alur cerita yang terpahat dan ber cat ke emasan di dinding mengelilingi Tugu ini,dan langkah ku ku pun terhenti saat membaca silsilah yang tertulis di sana,saat aku asik mebaca silsilah tadi,tiba tiba aku di kagetkan oleh tepukan di punggung ku,ahir nya kami pun bertemu dengan sosok teman sekaligus dongan tubu beserta seluruh keluarga nya.

Ketika dengan ber ulang2 ku tatap silsilah yang tertulis di Tugu itu,maka dengan setengah bercanda “Bah,,,di dia do hami dison?boasa dang adong silalahi tarsurat dison,,,,?tanya ku kepada dongan tubu ku tadi,saat itu juga saya perhatikan ada 1orang namboru dan 3 orang amang uda menatap ku penuh dengan tanda Tanya,dan seorang mendekitu dan bertanya“ai silalahi aha do hamu puang”?”ouh,,,silalahi tolping do au amang uda”jawabku singkat,saya lihat dia dia mengerut kan dahi nya saat aku bilang silalahi tolping,dan dia Cuma bilang”Bah”?

Ahir nya bosan juga berada di antara ribuan orang yang bukan se faham dengan ku,saat itu juga aku mengajak sahabat ku tadi beserta abang 2 dan adi nya ke kantin untuk sekedar bercerita dan memesan kopi ala paropo,yang di temani beberapa godok godok yang ke hitam hitaman(rada2 gosong),maklum si pedagang kantin tersebut hanya pedagang dadakan(berdagang saat ada moment ter tentu).

Sambil menyerumput kopi panas dan menikmati luas nya bentangan Tao Silalahi,(Tao na so tarhabangan ni lali)Danau Silalahi yang sangat luas,bahkan konon Burung sekalipun tak sanggup untuk menyeberangi ,tepat di sebelah kiri ku terhampar tanah yang luas yaitu Silalahi na bolak.benar2 pemandangan yang sangat menggoda.ketika kami asik bercerita dan sekali kali melemparkan pandangan kearah Pulau Samosir yang terlihat ke biru biru an di kejauhan sana,namun,,tiba tiba kaki ku seperti menendang sesuatu di bawah bangku kayu panjang yang ku duduki,saat ku lihat ke bawah,ternyata beberapa lembar uang pecahan 50.000 terlipat dua,”wah lumayan neh”pikirku ketika itu,dan itu belum saya ceritakan kepada mereka,dan sengaja kami berlama lama di kantin itu,aku berpikir jika nanti ada orang yang datang kesini mengaku kahilangan biar lah aku kembalikan,karena biar bagaimana juga ini bukan milik ku”

Namun hingga setengah jam kami disana tak satu pun yang datang ke kantin ini sebagai orang yang kehilangan uang,sampai ahir nya kami meninggal kan kantin itu dan sengaja aku mentrktir mereka,semula saya tidak tau persis jumlah uang ini berapa,namun saat ku hitung jumlah nya,,cukup lah membeli tiket Pesawat Jakarta-Medan dan kembali lagi Medan-jakarta.

Berhubung pada saat itu sahabat ku ini membawa titipan kerabat dari Jakarta untuk di sampaikan kepada sanak famili di daerah Partibi Kec:Merek, maka hari itu juga kami berangkat dari paropo ke Partibi,dan tentu nya melewati tempat wisata Sigundaling Air terjun sipisopiso,kami singgah sejenak di sana,karena memang kebetulan dia belum pernah ke tempat ini.Disini lah baru ku ceritakan kepada nya tentang uang yang ku temukan itu,dan sebagai kenang kenang an tak lupa kami membeli sepasang T-shirt bercorak dan ber motif Ulos Batak yang sama,sepasang syal bertuliska sigundaling dan kacamata,sebagai Cinderamata.

Dan perjalanan kami lanjutkan kembali ke Partibi yaitu ke kampong oppung salah satu kerabat mereka di Jakarta,dan di sana lah kami bermalam hingga ke esok hari nya kembali lagi ke Paropo,dengan suasana yang sama,sama seperti kemarin di Tugu itu,karena memang pesta itu berlangsung beberapa hari berturut turut.


Saat aku makan di sebuah warung yang terletak di sekitar Tugu itu,tiba tiba aku bertemu teman lama ku ,teman satu kelas ketika STM di Medan dulu,nama nya Santo Silalahi,singkat cerita aku pun di ajak ke Rumah nya,yang terletak persis di pinggir Danau Toba,dan rumah itu menghadap langsung ke arah Dolok(bukit)dan terlihat jelas Hulu (sungai)Binanga somaila,sebuah sungai yang selalu melekat dalam cerita legenda(Turi turian)perjalanan Ompu Raja silahisabungan,dan air nya ber muara ke Tao Silalahi,persis melewati samping Rumah nya.Di belakang ruman itu terhampar luas petak petak keramba,yang jumlah nya sekitar 120 an petak,dan di isi ikan nila dan ikan mas dan satu petak di isi ikan pora pora.

Di sini lah dia menyebut mendedikasikan diri,mengelola keramba milik keluarga ini,yang dia katakan usaha kecil kecilan,setelah dia pernah mencoba Keberuntungan beberapa tahun di Jakarta,saya bingung juga dia saat dia menyebut nya dengan usaha kecil kecilan,yang notabene bermodal kan ratusan juta rupiah,namun sebelum ku tanyakan kepada nya seluas apa dan seberapa banyak petak keramba hingga bisa di katakan besar?

Dia pun menunjuk ke arah hamparan keramba yang sangat luas,”nah,,,itu baru bisa di katakan usaha yang besar apara,,,”kata nya,Di atas keramba ini,yang konon kedalaman Palung Tao ini mencapai 1500 an meter,seperti yang dia katakan kan sebagai ilustrasi,jika sebuah batu kerikil se ukuran kepalan tangan kita lempar kan ke dasar Danau ini maka,di butuh kan sekitar 45 menit lama nya hingga batu itu menyentuh dasar danau,”amang jo tahe bagas ni tao silalahi on”batin ku saat mendengar ilustrasi yang ia katakan,benar apa tidak nya saya juga tidak tau.

Kami bercerita panjang lebar hingga kisah saat di sekolah dulu,tak terasa dua jam lebih kami menghabiskan waktu di atas keramba “kecil2an”milik mereka ini,untuk saling berbagi cerita dan pengalaman masing masing,saat kami kembali ke Rumah,kebetulan saya bertemu dengan Inang uda itu,setelah dia memperkenal kan aku dengan inang uda itu.

“Horas inang uda,,,Silalahi,”kata ku memperkenalkan diri.

“Horas amang,,,silalahi aha ma hamu amang,,?tanya inang uda itu.

“Silalahi Tolping inang uda”,

“Bah,,,Tolping do hamu ate amang,,,di dia ma huta ta amang,,?

“Di sidamanik inang uda,,

“Sian dia hamu marsintanda an dohot dongan tubu muna on amang”?

“Dongan sa sikkola do hami di tikki di STM inang uda”

Semula memang inang uda ini tidak ingin memulai cerita yang menjadi per masalahan selama ini,namun saya mencoba bertanya kepada inang uda ini,walaupun tentu nya menurut versi mereka dari 7 turpuk.

Inang uda,,na manukkun majolo au tu inang uda,,boasa tahe dang tarsurat di tugu I Silalahi”?

“Sada do hita sude amang,,pomparan ni Omppu SilahiSabungan,alai molo hamu antong na sian Sondiraja ma hamu amang,,jala na di Panggururan I do diyakini hamu akka silalahi Tolping molo tambak ni Ompu Silahisabungan,”.

Sampai disini aku semakin bingung karena memang sejak dulu alm Bapak saya tidak pernah menyebutkan kaitan antara Sondiraja dan Silalahi tolping, yang saya tau menurut cerita alm bapak saya Bahwa SILALAHI terlahir dari Istri pertama nya yaitu Ompung boru Pinta haomasan Boru baso na bolon,dari istri ke dua yaitu Ompung boru Pinggan matio boru Padang batang hari terlahir lah 7 anak anak yang kini di sebut si pitu turpuk.Dan dari istri ke tiga nya Ompung Boru Simeleng eleng boru Mangarerak Terlahir lah Raja Tambun,di susui dan di besarkan oleh Ompung Boru Pinta haomasan Boru baso Nabolon.

Dan ini yang kami ikuti dan yakini hingga saat ini,namun saat aku tiba di Paropo tiba tiba muncul sosok Sondi Raja yang di sebut kan oleh inang uda ini.hmm…..apa pun itu yang pasti saya tetap berpegang teguh dengan apa yang selama ini kami yakini.dan tentu nya pada saat itu saya tidak ingin beradu pendapat dengan inang uda itu.

Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 sore,karena memang hari itu aku harus pulang kembali ke Sidamanik,sesuai dengan janji ku pada ibu,dan menurut perhitungan ku pun jangan sampai melewati jam 6 sore saat melintasi Hutan di punggung bukit simarjarunjung,karena konon daerah ini sangat rawan akan Penodongan,saat malam hari tiba.Saat akan pamit dari Rumah teman lama ini,tak lupa di memberi ku oleh oleh Ikan Nila sekitar 8 kilogram serta mengundang ku di pesta pernikahan nya nanti tgl 28 des 2009.Terima kasih apara ku yang baik hati,,,,Terimakasih Inang uda na Burju…….

Saat akan pulang ke sidamanik,berhubung melewati Tugu ini,maka ku sempat kan juga pamit kepada dongan tubu Situngkir tadi,yang sedari tadi sibuk manortor di tengah acara Pesta itu,”Vid,,,aku mau pulang ke Sidamanik salam pamit sama Uda dan Inang uda ya,,sampai ketemu kembali di Jakarta”.Ia bang,,hati hati di jalan,,jawab nya singkat.

Sepanjang perjalanan aku me refleksikan semua pengalaman berharga yang barusan aku dapat kan,yang terkadang membuat ku tersenyum sendiri,saya berpikir mungkin saat di tengah acara Pesta Tugu itu hanya aku lah yang bermaga Silalahi Tolping yang tiba tiba nongol di situ,dan yang ke dua sekilas aku berpikir jangan jangan uang yang ku temukan di bawah bangku kantin itu pemberian Ompung itu karena hanya aku yang bermarga Silalahi Tolping hadir di sana,eee,,,,,,tahe nga gabe maor be na di roha on,hehehe……..maka nya judul tulisan ini saya buat Sada tinembak tolu na hona,dan ahir nya ,selama 2,5 jam perjalanan aku sampai juga di Rumah sekitar jam 7 malam, SEKIAN…….

Terima Kasih TUHAN atas bimbingan MU dalam perjalan ku yang sangat jauh ini,hingga aku bisa kembali ke Rumah kami dan berkumpul kembali dengan keluarga ku.

*TERIMA KASIH*

NB:Mohon maaf kepada seluruh Dongan tubu,apara,abang,amang uda,amang tua,dan ito segenap keluarga besar SILALAHI RAJA bila ada kesalahan dalam penulisan dan penyusunan kata kata dalam tulisan ini,maupun tindakan saya yang salah,saya hanya ingin mempelajari dan ingin mengerti lebih dalam tentang silsilah dan Partaromboan,ada pun isi dari Tulisan ini hanya merupakan pengalaman pribadi saya.Ramba na poso dope au dang pola dope huaantusi adat dohot Tarombo,molo tung godang na hurang lobi,manganju ma hamu,jala tong tong ajari hamu au.

“Napuran tano tano

Rangging mar si ranggoman

Daging ta ma padao dao

Alai tondi ta I tong tong mar si gom goman”


##

Bekasi 08 Juni 2010 An Brs silalahi Tolping

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di maredang-edang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s