TABO NI NA MAR PARIBAN


Namboru…itulah sebutan istriku pada ibu ku,yg skrg jadi mertua nya,mungkin krn faktor kedekatan keluarga yg msh berasal dari satu garis keturunan dari pihak ibu ku,yaitu Pariban.istriku tdk prnh menyebut Inang terhadap ibuku,namun semua itu tak pernah kupermasalahkan.yg jadi permasalahan adalah,karena istriku yg skrg adlh teman baik ku sejak dari kecil,remaja hingga beranjak dewasa,teman sepermainan mandi di sungai sambil telanjang berlari lari kala masih berumur 3-4thn,teman bermain petak umpat dikala bulan purnama menerangi kegelapan di kampung kami nan sunyi dan sepi,teman bermain diatas tumpukan jerami yg baru dipanen di sawah.sampai kami menginjakkan umur 15 thn.tepat nya setelah kami lulus SMP.
Saat duduk di bangku smp,kebetulan keluarga besar Tulang ku Hijrah kesalah satu kota kecil di daerah Peka Baru,ahrnya kami pun berpisah dengan perasaan sedih dan terharu,saat itu aku melihat diraut wajah nya,seolah olah memperlihatkan rasa kehilangan sahabat karibnya yg juga pariban nya sendiri,tak lupa dia memberiku sebuah cendramata sebagai tanda kenangan yaitu”gelang sikkoru”yang sudah lusuh.“bila aku datang kelak kesini gelang ini hrs tetap melingkar ditangan mu”itulah pesan pariban ku saat akan berangkat.
Waktu berlalu,1bln pertama kami msh sering berkirim surat dan bertukar kabar,sampai mengenang masa masa lalu saat msh bermain bersama,tak jarang dia menuliskan kata”aku selalu menangis saat nulis surat ini ke kau”bla..bla..bla…sampai pada 3 th berlalu,hingga aku lulus SLTA,aku sediri semenjak menamatkan SLTA,langsung berangkat merantau untuk menyusul abang2 ku yg terlebih dahulu ada di jakarta.
Waktu berlalu,sejak kami berpisah hingga aku berangkat ke jkt.kami tdk pernah lg bertemu,bahkan 2 thn terahir komunikasi via surat dan handphon pun tidak ada sama sekali.sampai pada suatu saat aku menghubungi ibuku melalu telepon seperti biasa nya,tapi diahir pembicaraan dgn ibu ku,tiba2 ibu ku bilang”Sian huta do pariban mu si xxxx 2 mggu na salpu,jala masihol do ibana tu ho,sahat ma tabe ninna tu ho amang jala hulehon do nomor ni hape mu tu ibana”,tiba2 aku terdiam sejenak,kenapa dia sengaja datang ke rumah saat aku sudah berada di tano parserahan,?knp dia tiba2 menghilang dan tak pernah membalas suratku hingga 2x berturut turut?kemana dia?bermacam tanda tanya menghantui pikiran ku.
Pada bulan february ibu ku menghubungi ku,dr kampung menanyakan kabar dan sgala pekerjaan ku di tanah rantau ini,akan tetapi trnyta ada sesuatu hal yg sangat penting untk di bahas,mengenai aku dan pariban ku.inti dr pembicaraan itu ibuku sangat menginginkan pariban ku itu jadi menantu (Parumaen)nya,awal nya ku tanggapi dengan tertawa dan bercanda.aku berpikir,ibu ku hanya bercada,tapi lama kelamaan aku baru sadar ternyata ibu ku sangat serius dgn keinginan nya itu,aku jadi bingun,apa yg hrs kulakukan,bagaiman mgkn aku akn menikah dgn sahabat karib ku dari mulai anak anak hingga remaja??bahkan pariban ku pulak??itulah yg selalu membayangi pikiran ku selama hmpr 2 thn,setiap kali aku komunikasi dgn ibu ku,diahr pembicaraan dia slalu mengingatkan ku dengan kata “Boru ni Tulang mu an ma ate amang?”
Ah..bosan jg jadi nya terus di ingat kan oleh ibuku dgn kata2 sprti itu,suatu ketika aku mendapat kan no ponsel teman masa kecil ku itu,walaupun sebenar nya dia sudah mengetahui no hape ku sebelum nya,tp dia tdk prnh menghubungiku ataupun sekedar SMS semata,saat aku menghubungi nya,dia terlihat kaget sejenak dia terdiam,memastikan yg menghubungi nya bnr2 aku,bahkan saking tdk yakin nya,dia mengucapkan semacam kata sandi,yg diambil dr kata2 permainan masa kecil dulu“sappele sappele si ria ria”ujar nya maka aku pun menjawab”marakkup jarum bosi toho tu bariba”hahaha...dia pun tertawa bahagia,dan menanyakan gelang sikkorung yg dia berikan dulu kepada ku,sambil terharu,bagaimana tidak,7 tahun adalah wktu yg sangat lama buat kami untk tdk lagi pernah bertemu,ahir nya akupun menyampaikan inti dr apa yg slalu di pesan kan oleh ibu kepada ku,dan dia cma menjawab”kalau aku gimana baik nya lah bang,aku dlm posisi tidak menolak”Terimakasih dek,ujar ku kmbali diahir pembicaraan kami.
Singkat cerita,ahir nya aku berjanji untk pulang bulan desember thn 2008 bertepatan dengan Natal.sekaligus ke rumah Tulangku dan menemui nya di Pekan baru.
Ternyata dibalik dari semua ini pihak keluarga ku dan pihak Tulangku sudah merencanakan segala sesuatu nya dengan matang.terbukti,bgtu aku tiba di kmpg halaman ku,mereka telah membuat smcm skenario,lengkap dengan protokoler nya.hehehe…
Dipatupa ma akka na laho sipatupaon,jala diparade ma akka nalaho siparadeon laos mardalan ma adat,di ulaon sadari i.(Pamasumasuon)menikah.tibalah hari yg ku nanti nantikan selama ini dlm hidup ku.yaitu bersanding dipelaminan bersama teman karib ku dulu,teman sejak kecil yg tentu nya telah mengetahui segala kekurangan dan kelebihan ku,dalam rentang waktu 29 tahun hingga pada hari ini.
#Tulisan ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan ku setinggi tinggi nya kepada pariban ku (boru ni Raja) adapun isi dari catatan ini hanya sekedar cerita belaka,bukan pengalaman pribadi si penulis#
=Terimakasih=
(Bresman lalahi.17.03.2009)

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Kisah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s