Cinta Berawal dari Bumbu



Dulu,,ada semacam tradisi di kampung kami,”marhobas”tradisi buat muda mudi(naposo)yaitu meracik bumbu untuk disajikan buat esok hari nya pada saat ada pesta pernikahan,dimalam sebelum pesta ini lah muda mudi berdatangan dari berbagi kampung sekitar dan kampung tetangga untuk ikut mengambil bagian dan peranan dlm acara tsbt.
Ada yg mengiris bawang,mengupas lengkuas, menumbuk cabai ijo,dan membukus air minum dlm kemasan plastik yg sudah di rebus sebelum nya,semua terlihat antusias dan aktif.dan sesekali mata melirik..
Nah..pada saat itulah moment yg sangat ditunggu tunggu bagi sebahagian kaum muda/i naposo kampung sekitar.untuk saling bertukar informasi dan sekaligus berkenalan dengan wajah2 kampung tetangga sebelah,baik itu pemuda maupun pemudi,
Lewat moment ini pula si Tiur mengetahui kabar si Polan,atau si Parulian berkenalan dengan si Saurmauli gadis tetangga kampung sebelah dan menanyakan kepada teman2 nya yg kebetulan sekampung dengan nya,tapi tak jarang pada saat ini pula awal dari tumbuh nya benih benih cinta diantara 2 insan,yg sama2 marhobas.
Jika seorang gadis tetangga sebelah terlihat dengan antusias menumbuk cabe maka seorang pemuda akn datang menghampiri seorang gadis yg kira2 dia taksir,dengan alasan membatu, mengajak nya ngobrol dan ahir nya berkenalan,begitulah seterus nya,dan bisa di tebak,jika si gadis kira2 memberi respek kpda si pemuda yg mendekati nya,maka nanti di ahir acara marhobas tadi,si pemuda tak segan2 mengajukan tawaran,bila si gadis setuju maka ia akan mengantarkan gadis tersebut pulang hingga ke rumah nya,tentunya dengan perasaan yg berbunga bunga…
Begitulah awal dr sebuah perkenalan,perkenalan yg di awali dari sebuah tradisi turun temurun,tak ada yg tau pasti kapan tradisi itu mulai muncul..
Namun itu dulu,semua tradisi marhobas bgi kaum muda/mudi telah punah,seiring berjalan nya wktu,sejak tahun 1996,tradisi itu telah benar2 menghilang,digantikan catering dan air mineral kemasan,walaupun kadang tdk menggunakan catering kebanyakan hal hal meracik bumbu sudah dikerjakan oleh pihak keluarga terdekat si empunya hajatan.
Miris memang..sebuah tradisi yg sudah ada turun temurun bisa hilang tergilas modernisasi,tradisi yang menunjuk kan rasa kebersamaan dan gotong royong,tradisi yg melahirkan banyak kisah cinta bagi pasangan muda mudi kampung halaman ku dulu,bahkan kini tradisi itu hanya menjadi sebuah kenangan dan legenda buat ku ceritakan kembali kepada anak2 ku kelak.

*Terima kasih*

=Jkt 26-04-2010=

Blogged with the Flock Browser

Tentang Bresmansilalahi

Belajar dari hal yang sangat kecil dan sederhana,untuk menemukan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di curhat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s